Label

Tampilkan postingan dengan label tarian tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarian tradisional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Tari Tradisional dari Jawa Barat



Jawa Barat Merupakan Salan Satu Propinsi di Indonesia wilayah padat penduduk, kepadatan penduduk ini disebabkan wilayah Jawa Barat ini memiliki letak geografis yang strategis, tidak jauh dengan Ibu Kota, memilki Fasilitas dan Pusat pendidikan, Pusat perdagangan dan memiliki kekayaan alam yang melimpah, sehingga banyak penduduk luar berbondong dating ke Jawa Barat, selain hanya untuk sekedar menimba ilmu, berbelanja dan berliburan, namun diantara merekapun ada yang sengaja mengadu nasib untuk tinggal dan menetap di daerah Jawa Barat. Masyaratak Jawa Barat terkenal dengan masyarakat yang ramah, sopan dan santun serta memiliki kreativitas yang tinggi. Salah satu bukti kreativitas yang dibangun oleh masyarakat Jawa Barat adalah terciptanya tarian-tarian tradisional asal Jawa Barat. Berikut beberapa tarian Tradisional Jawa Barat :
6. Kuda Renggong 
7. Tari Paku Jajar 
8. Tari Ratu Graeni 
9. Tari Ronggeng 
10. Tari Topeng Tumenggung Priangan 
Itulah beberapa tarin tradisional dari Jawa Barat, sebenarnya masih banyak tarian dari jawa barat masih belum disebutkan nama dan belum diresmikan sebagai tari tradisional dari Jawa Barat. Dan berikut kami kutif data para creator seni atau para seniman yang ada di Jawa Barat menurut data Statistik 
 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat tahun 2011

Selasa, 24 Februari 2015

Bentuk-bentuk utama dari tarian klasik yang dipraktekkan di Pakistan adalah: 

1)      Bharatanatyam, suatu teknik yang sangat bergaya dan canggih memiliki kualitas geometris baik dalam bentuk dan dalam koreografi ruangnya. 
2)      Kathak adalah tarian berputar. 'Kathak' adalah seorang pendongeng yang tergabung puisi dan tarian - 'bols' suku kata dalam nya / cerita. Meskipun Kathak adalah tarian pra-Islam, itu dilindungi oleh Mughal dan memperoleh cat nya di pengadilan Mughal, ketika menjadi tarian pengadilan. Dalam gaya ini, penekanannya pada Layakari, footwork dan pirouettes petir. 
3)      Odissi menelusuri asal-usulnya ke postur dari patung menari ditemukan dari reruntuhan Mohenjodaro. Ini adalah, ritmis bergoyang, tari liris dan kuat, diciptakan pada bukti patung. 
4)      Manipuri adalah tarian dari lembah Manipur, utara timur dari benua tersebut. Tarian dari Manipur dikenal karena kasih karunia mereka liris, ringan tapak dan kelezatan gerakan tangan. 

2.2.3    Macam-macam tarian yang ada di Pakistan
Ø  Provinsi Punjab 
1. Tari Luddi
Sebuah fitur populer dari perayaan pernikahan di Pakistan adalah Luddi ditarikan oleh teman-teman perempuan dan anggota keluarga pengantin wanita. Tarian ini berasal dari Punjab namun kini telah menjadi bagian integral dari pernikahan seluruh Pakistan. 
2. Tari Bhangra
Khas dari warna dan kekuatan dari Punjab, yang Bhangra berakar dalam tanah. Didorong oleh hentakan drum, dan irama 'Chimta' (sepasang penjepit yang digunakan untuk menyapu bara), anak perempuan dan anak laki-laki menari dengan meninggalkan, aman dalam pengetahuan bahwa panen yang baik. 
Ø  Provinsi North West Frontier
1.      Tari Khattak
Tarian Khattak dari daerah pegunungan dari Khyber Pass legendaris dilakukan oleh kelompok semua laki-laki dari suku hardy. Ini merayakan keberanian para Pakhtoons yang berhasil menolak upaya untuk menundukkan mereka dan menjajah tanah mereka. Salah satu yang paling kuat dari tarian daerah, Khattak membutuhkan stamina yang besar dan kekuatan. 
2.      Tari Hunza
Di utara Pakistan terletak gunung-terkunci lembah yang indah dari Hunza, benar-benar surga di bumi. The Hunza indah gadis menikmati alam - yang hijau subur lembah, yang di udara dingin - karena mereka datang bersama-sama untuk melakukan tarian ini sederhana dengan iringan seruling dan drum. 
3.      Tari Kalash
Di wilayah Utara ekstrim Barat Pakistan, di mana pegunungan memenuhi langit adalah Lembah Kalash dihuni oleh orang-orang diyakini telah diturunkan dari para pejuang Alexander Agung. Daerah tetap tidak dapat diakses oleh dunia luar selama berabad-abad dan telah mempertahankan kemurnian kafir yang bahkan sampai hari ini. Tarian Kalash menggambarkan kedekatan masyarakat terhadap alam, yang merupakan kualitas yang melekat pada kehidupan mereka. Tutup kepala yang menarik dari gadis-gadis, dihiasi dengan kerang courie, mendukung teori bahwa lembah pernah tertutup oleh laut. 
Ø  Provinsi SINDH 
1.      Tari Jhoomer
The Sindhi Jhoomer tarian dilakukan oleh gadis-gadis desa untuk merayakan panen yang baik. Mengenakan kostum berputar mengitari mereka penuh-dan perhiasan perak, mereka bergabung dengan anak laki-laki yang menyanyikan lagu populer 'Ho Jamalo'. 
2.       Tari Ho Jamalo
Ho-Jamalo adalah salah satu dari lagu-lagu rakyat yang paling populer dari Pakistan. Ini merayakan kegagahan prajurit prajurit abad ke-18, Jamal Khan Rind, yang membela tanah airnya dari penyerbu asing. Tales of keberaniannya menyebar dari desa ke desa. 
3.      Tari Dandia
Dari tanah dari distrik Tharparkar di Sindh adalah tari Dandia (tongkat). Laki-laki dan perempuan dengan tongkat dipernis dalam ayunan tangan dengan ketukan drum dan menghasilkan campuran yang menarik irama karena mereka bertepuk tongkat mereka bersama-sama. 
Ø  Provinsi Baluchistan 
1.      Tari Do-Chapi
Ini adalah menari dengan bertepuk sebelah tangan didasarkan pada berbagai pola berirama, secara bertahap meningkat ke crescendo. Tarian Do-Chapi khas dari Baluchis kasar, dan umumnya dilakukan oleh laki-laki di pedalaman Baluchistan. 
2.      Tari Nelayan
Para nelayan dari pantai Makran di Baluchistan ditetapkan dalam perahu mereka sebelum matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam dengan jarak yang kaya. Tarian ini menangkap irama kehidupan nelayan. 
3.      Tari Leva
The Leva tradisional ditarikan oleh laki-laki adalah fitur umum di pesta pernikahan dan acara-acara bahagia lainnya dalam masyarakat suku dari Baluchis. Tarian ini memiliki beat hipnosis dan ritme menggugah.
Seni Tari Tradisional Saudi Arabia
  1. Tari Ad Dahha
Ad Dahha, sebuah tarian perang yang diprakarsai oleh suku-suku di daerah utara Saudi Arabia di masa lalu, sekarang telah menjadi ritual dalam perayaan pernikahan di bagian utara Kerajaan Saudi Arabia dan negara-negara yang berbatasan dengannya di utara.
Beberapa sejarawan menyatakan bahwa tarian itu diciptakan oleh Suku Anza sebelum munculnya Islam di Semenanjung Arab. Menurut buku-buku sejarah, sekelompok kecil orang dari suku ini keluar satu malam di patroli ketika mereka melihat beberapa pergerakan.

  1. Tari Perut
Ada sebuah tradisi yang sangat terkenal di Timur Tengah atau kawasan Arab. Kita mengenalnya sebagai tari perut. Masyarakat di sana menyebutnya raqs sharqi (tari timur) atau raqs baladi (tari nasional). Ini tarian yang sedang populer di seluruh dunia. Sebagian besar penarinya adalah wanita. Meski tidak banyak sejarah yang diketahui tentang tari perut, beberapa orang meyakini ia aslinya berasal dari Mesir. Tarian zaman dulu ini ditampilkan dalam dua gaya: raqs sharqi (tarian solo penuh improvisasi) dan raqs baladi (tarian rakyat). Tari perut dulunya selalu mengisi acara pernikahan, dengan maksud meminta kesuburan bagi pasangan pengantin baru. Baik penarinya berjenis kelamin wanita maupun pria, di Arab Saudi, tarian ini tidak boleh ditonton pria. Maklum saja, tari perut memfokuskan pada gerakan otot pinggul dan dada.
Tari perut atau biasa disebut Oriental Dance, bukan lah tari penggoda. Memang ada beberapa tempat yang menyalah gunakan tarian ini sebagai hiburan yang tidak pantas, tetapi sejarah tarian ini sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal yang berbau pornografi.
Tari perut sudah ada sejak 100 tahun sebelum masehi. Tarian ini diperkenalkan ke berbagai negara di timur tengah oleh orang-orang Mesir Kuno. Menurut sejarah, ada dua pendapat mengenai terbentuknya tari perut. Yang pertama mengatakan bahwa tari perut adalah tarian rakyat timur tengah yang bertujuan untuk menyebarkan rasa gembira dan semangat melalui gerakannya.
Karena itu, tarian ini biasa dibawakan pada saat acara yang penuh dengan kegembiraan seperti pesta pernikahan, acara syukuran, atau festival. Pendapat yang kedua mengatakan bahwa tari perut adalah tarian persembahan manusia untuk para dewa. Tarian ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada para dewa dan menghapus kesalahan yang telah diperbuat manusia.
Pada zaman dahulu, di sebuah pesta atau acara tertentu yang akan ada tari perutnya, para penari wanita (penari perut hampir semua wanita) hanya menari didepan wanita saja tanpa para lelaki. Lelaki melalukan pesta yang terpisah bersama lelaki yang lain. Begitulah adatnya pada zaman itu.
Berbagai negara seperti Yordania, Irak, Arab Saudi, Mesir, dan Turki mengenal tarian ini. Sebagai tari tradisi, tari perut ditarikan pada acara-acara tradisi pula, seperti pernikahan dan acara lainnya. Tari ini ditarikan oleh laki-laki maupun perempuan.
Tarian perut menggunakan gerakan di seluruh otot tubuh. Pada dasarnya tari ini merupakan tari improvisasi solo dengan gerakan-gerakan yang menyatu ritme musik. Gerakan dasar dan utama tari ini adalah gerakan memutar yang terpusat pada salah satu bagian tubuh. Kemudian ditambah aksen menggoyang pundak dan pinggul, menggerakkan otot perut seperti ombak, atau keseimbangan menggunakan kain cadar. Kostum tari ini terdiri dari atasan pendek yang biasanya diberi untaian koin atau mote, sejenis ikat pinggul (juga dengan untaian), celana harem dan/atau rok. Terkadang juga memakai cadar.
Di Turki, tari perut ini dipengaruhi oleh kebudayaan orang Romawi dan Mesir dan berkembang pada zaman Ottoman. Karena tidak mengenal larangan seperti di Mesir, tari perut Turki biasanya lebih ekspresif. Pada penarinya terkenal enerjik dan atletis. Mereka juga menggunkan simbol jari yang disebut zils. Elemen penting lainnya adalah menggunakan ritme sembilan perdelapan yang dihitung 12-34-56-789. Kostumnya biasa sangat terbuka dengan rok terbelah yang memperlihatkan seluruh kaki. Mereka juga menggunakan sepatu hak tinggi walaupun kadang sepatu datar.
Tari perut oleh laki-laki di Turki disebut kochecks dan telah ada sejak zaman Ottoman. Mereka biasanya berpura-pura sebagai wanita dengan menggunakan rok lebar yang flamboyan. Pada zaman ini penari wanita menggunkan pakaian sehari-hari yang terdiri dari celana, baju panjang, rompi ketat, dan ikat pinggang dari tali atau kain sedangkan penari laki-laki menggunakan kostum khusus. Penari laki-laki biasanya aktor dan musisi yang berperan menjadi wanita.

  1. Tari Zapin
Zapin berasal dari bahasa arab yaitu “Zafn” yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Zapin merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.
Tari Zapin memang berkembang luas di Malaysia, tetapi tarian ini diperkenalkan ke Malaysia oleh para pedagang dari tanah Arab dan Yaman. Menurut sejarahnya, tarian ini dahulu sebagai hiburan di istana-istana kerajaan.
Lalu pada abad ke-16 tarian ini mulai dibawa oleh para pedagang ke daerah Johor seperti Singapura, Malaysia, Riau dan berkembang disana. Karena para pedagang biasanya adalah para laki-laki, tarian ini awalnya hanya dibawakan oleh laki-laki.
Seiring berkembangnya zaman, para wanita kemudian mempelajari Zapin dan saat ini tari zapin bisa dibawakan oleh wanita ataupun wanita dan laki-laki secara berbarengan. Zapin adalah tarian yang memiliki banyak ragam geraknya. Apalagi, tarian ini berkembang di berbagai negara.
Tetapi pada dasarnya, gerakannya sama. Jika tari perut berfokus pada perut, tari zapin berfokus pada kaki. Sesuai dengan namanya, “Zapin” berasal dari bahasa Arab “Zafn” yang artinya pergerakan kaki cepat. Dibutuhkan tempat atau panggung yang cukup besar untuk menampilkan tarian ini, karena tarian ini menampilkan langkahan kaki yang cukup besar dan penarinya bergerak kesana kemari.
Posisi badan selalu bergerak seperti mengalun sesuai dengan irama musik. Tangan tidak banyak bergerak, hanya sedikit mengikuti gerakan kaki. Para penari Zapin diharuskan untuk berinteraksi satu sama lain dengan baik ketika menari. Sehingga, tari Zapin jarang ditarikan secara solo melainkan berpasangan atau kelipatan dua.
Alat musik yang digunakan untuk mengiri tarian Zapin di Arab adalah Gambus (alat musik petik ) dan tiga buah gendang kecil yang disebut Marwas. Zapin juga diiringi dengan nyanyian yang liriknya biasanya dalam bahasa Arab. Nyanyian ini bermakna untuk memberi nasihat atau dakwah dan memberi puji-pujian kepada Tuhan.
Pakaian untuk penari Zapin di Arab lebih simpel bila dibandingkan dengan daerah Melayu seperti Malaysia atau Indonesia. Di Arab, pakaian penari Zapin hanya memakai baju gamis (biasanya warna putih), celana bahan panjang dan sorban atau peci. Jika di Melayu, para laki-laki menggunakan baju kurung, kain sarung tenun dan peci. Wanita memakai baju kurung, kebaya panjang, kain sarung, dan sanggul.
Musik pengiringnya terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.
Tari Zapin sangat ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama, ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Serawak, Kepulauan Riau, pesisir Kalimantan dan brunei Darusalam..Di Brunei, tarian Zapin cukup banyak macamnya seperti rentaknya dan geraknya dan mengikut dari segi sebutannya yaitu dialek orang Brunei zapin lebih dikenali dengan sebutan ‘”Jipin”‘.

  1. Tari Sema
Sebuah tarian lain juga terkenal dari Timur Tengah adalah tari sema. Tarian ini dilakukan oleh para dervish yang berputar. Tidak seperti tari perut yang dibentuk sebagai sarana hiburan, tari sema diciptakan untuk alasan religius.
Tari sema telah dipertunjukkan selama 700 tahun oleh kaum sufi. Devish (bahasa Turki dan Arab) berasal dari kata Persia darwish (berarti kerangka pintu) yang menggambarkan kaum sufi yang berada pada ambang pencerahan. Banyak yang mengatakan istilah kaum sufi (sufi dalam bahasa Arab berarti wol) muncul dari kebiasaan para nabi yang menggunakan mantel wol.
Tari sema dimulai dengan pujian kepada para nabi. Lalu, terdengar suara drum yang menjadi simbol sang pencipta diikuti improvisasi musik dari alat musik ney (sejenis seruling) yang menyimbolkan embusan napas sang pencipta yang memberi kehidupan kepada semua makhluk.
Pemimpin memberi hormat lalu memimpin para darwish membentuk lingkaran. Saat melewati posisi sang pemimpin, para darwish akan saling memberi hormat sebagai lambang penghormatan antarjiwa yang berbalut dalam bentuk raga.
Setelah tiga putaran, mereka melepas mantel. Setiap orang akan mendekati pemimpin, memberi salam, mencium tangan, dan membentuk formasi sesuai intruksi pemimpinnya.
Dengan berputar, mereka melepas kehidupan duniawi dan bergabung dengan Allah. Mereka membuka kedua tangan dengan tangan kanan menghadap ke atas agar mendapat berkah dari surga dan tangan kiri menghadap kebawah untuk memberikan berkah ke bumi. Tarian diakhiri dengan pembacaan Al-Qur’an.
Para darwish berputar-putar secara simultan selama 10 menit lalu berhenti dan berlutut. Kemudian berdiri dan muali lagi. Proses ini diulang sebanyak empat kali, yang memiliki arti :
  1. kelahiran manusia sebagai bukti Allah sebagai pencipta dan peran manusia sebagai makhluk.
  2. kegembiraan manusia menjadi saksi penciptaan.
  3. kegembiraan akan cinta dan pengorbanan akan pikiran untuk mencinta, untuk menggenapi perintah.
  4. akhir perjalanan spiritual, termasuk kembali kepada kehidupan sehari-hari dan pengabdian kepada Allah.
Pakaian semua terdiri dari topi tinggi yang menggambarkan ego mereka, jubah putih panjang dengan rok lebar menggambarkan penutup ego, dan mantel hitam yang menggambarkan kehidupan duniawi yang kemudian mereka lepaskan.
sumber : https://iyansetione.wordpress.com/2013/10/24/kebudayaan-seni-arab-saudi/

Tari Tradisional Kamboja


Seni dan pertunjukan tradisional Kamboja biasanya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Khmer pada beberapa abad lalu, seperti yang digambarkan pada pahatan atau relif yang terdapat pada dinding-dinding candi Angkor Wat. Sayangnya, saat Khmer Merah memegang kekuasaan di Kamboja dari tahun 1975 hingga 1979, banyak seni Khmer yang dilarang dan dihancurkan, termasuk candi-candi bersejarah mereka. Banyak juga penari tradisional, penyanyi tradisional, dan artis-artis yang dibunuh. (Klik image di sebelah kiri ini untuk melihat foto yang lebih besar).

Saat ini, Kamboja dengan bantuan dari negara-negara asing, mencoba untuk menghidupkan kembali seni dan budaya tradisionalnya yang indah itu. Kini pertunjukan-pertunjukkan seni tradisional Khmer, seperti tarian Apsara, paling banyak diadakan oleh pihak-pihak swasta, seperti hotel dan restoran.



Tari Tradisional Kamboja (Robam)

ROBAM APSARA

Ratusan tahun lalu, Robam (tari) Apsara ditampilkan hanya untuk anggota Kerajaan Khmer, walaupun kemudian tarian ini juga ditampilkan kepada publik untuk perayaan-perayaan khusus di Kerajaan, seperti perayaan setelah menang dari perang. Akan tetapi sebuah serangan yang dilakukan Kerajaan Siam (sekarang Thailand) pada abad ke-15 berimbas ke Robam Apsara. Serangan tersebut memaksa Kerajaan Khmer untuk memindahkan ibu kota mereka ke Phnom Penh dan sejak itu tarian ini pun kembali hanya dipertunjukkan secara terbatas bagi kalangan istana.
sumber : http://www.jotravelguide.com/phnom_penh_kamboja/seni_dan_budaya_khmer.php

Bumba Meu Boi, Tarian Tradisional Brazil yang Bersifat Magis


Bumba Meu Boi  adalah salah satu jenis bentuk dari tarian teatrikal tradisional. Dalam sebuah cerita rakyat yang mengatakan ada tarian yang terdiri dari slunan musik, pemakaian kostum dan juda dram dan termasuk juga seekor sapi jantan. Yang mana jika nanti mati akan di bawa untuk bertahan hidup. Sebenarnya cerita rakyat ini memiliki banyak sekali versi, namun yang menjadi tokoh utama ialah si sapi jantan ( dimainkan oleh orang yang menggunakan kostum).

Lalu ada juga catrina yang merupakan seorang wanita jelek yang sedang mengandung yang selalu bermain dengan seorang pria yang membosankan. Kemudian ada tokoh koboi jahat yang terus menyerang si sapi jantan dan wanita buruk tersebut. Ia menyerang sapi jantan itu karena ia ingin sekali sapi itu mati di tangannya, ia seorang pendeta, dan juga seorang yang kaya dan memiliki kekuasaan penuh sebagai pemilik sapi jantan tersebut. Dan musik nya adalah musik yang mana berasal sari drum yang ajaib, yang mampu membuat sang sapi jantan itu hidup kembali.


Festival tarian ini di lakukan secara berkelompok. Dan keseluruhan dari mereka mengatakan jenis tarian Bumba Meu Boi yang berasal dati legenda ini dapat di temukan di daerah pinggiran negara Brazil. Bumba Meu Boi yang juga berarti “Hit My Bull” atau bahasa latinnya Boi Bumbá merupakan festival daerah paling popular. Festival ini di ambil dari daerah utara dan juga di daerah timur laut Brazil yakni di Psongs. Walaupun perayaan ini di temukan di pinggiran negara. Dari dua sisi festival ini memiliki dua cabang utama pada jalan jalan yang akan menjadi jelas dan terlihat berwarna. Dan kota dari Parintins merupakan satu satu nya tempat di dunia dimana iklan Coca Cola berwarna biru!
sumber : http://uniqpost.com/34683/tarian-magis-bumba-meu-boi-dari-brazil/

Tarian tradisional Korea

Tarian tradisional Korea (한국 무용; Hanguk Muyong) adalah bentuk seni tari yang berasal dari kebudayaan masyarakat Korea. Tarian tradisional Korea dibedakan menjadi 2 buah kategori, yakni tarian istana dan tarian rakyat. Teks sejarah menuliskan tentang kegemaran rakyat Korea kuno menari dan menyanyi berhari-hari, bermalam-malam sebagai bagian dari ritual pemujaan kepada dewa-dewa. Mereka juga menari untuk mengekspresikan jiwa (sin) dan kegembiraan (heung).

Selendang

Melalui teks-teks kuno, penari Korea pada masa lalu selalu menari dengan selendang panjang di tangan (hansam). Ada pepatah Korea yang berbunyi, ”Seseorang yang memiliki selendang panjang adalah penari yang bagus dan seseorang yang memiliki banyak uang adalah pedagang yang sukses ” Hal ini mengilustrasikan hal yang dianggap penting sebagai tarian yang indah oleh orang Korea kuno dan mengindikasikan gaya utama tarian tradisional mereka.

Sejarah

Zaman Tiga Kerajaan

Korea memiliki sejarah tarian yang panjang dan beragam. Namun begitu, dikarenakan kondisi yang tidak menguntungkan, hanya sedikit saja bahan bukti yang dapat menjelaskan tentang tarian Korea di zaman kuno.

Goguryeo

Tari dari zaman kerajaan Goguryeo (37 SM-668 M) merupakan bukti paling awal yang menunjukkan seni tari rakyat Korea. Ini diketahui melalui lukisan dinding kuno bernama Muyongchong (Makam Penari) dari abad ke-5 sampai 6 Masehi. Lukisan dinding Muyongchong memperlihatkan 5 orang penari mengenakan kostum dengan selendang tangan yang panjang sambil berbaris dan mengangkat tangan. Tujuh orang penyanyi laki-laki dan perempuan digambarkan berada di bagian bawah lukisan. Li Bai, seorang penyair Cina yang terkenal menuliskan puisi tentang tarian Goguryeo pada saat dipentaskan di istana Dinasti Tang, yang berbunyi:
Mengenakan mahkota emas, sang penari,
Seperti kuda putih, berputar dengan gemulai
Selendang putihnya berkibar melawan angin,
Seperti burung, dari Laut Timur

Baekje

Di Baekje, rakyatnya menarikan Takmu, tarian yang ditampilkan pada saat musim tanam antara bulan Mei sampai Oktober. Tari ini tertulis pada teks sejarah dan diperkirakan merupakan asal mula dari kesenian nongak (musik petani). Takmu merupakan tarian yang ditarikan secara berkelompok dimana semua warga desa ikut berpartisipasi serta memainkan alat musik. Seorang seniman Baekje bernama Mimaji memperkenalkan kesenian giak ke Jepang dan sampai sekarang masih dipentaskan di Korea dan Jepang dalam bentuk sendratari topeng.

Silla

Seni tari rakyat kerajaan Silla mengkombinasikan elemen-elemen budaya dari Baekje, Goguryeo dan Cina. Sebagian besar karya tari dan musik dipengaruhi oleh tema-tema agama Buddha. Tari-tarian ini umumnya dinikmati oleh kaum bangsawan. Beberapa buah tarian diwariskan ke dinasti-dinasti berikutnya sampai saat ini, antara lain Geommu (tari pedang) dan Cheoyongmu (tari Cheoyong). Keduanya berasal dari tari rakyat namun diperkenalkan ke istana sehingga memikat banyak orang dari kedua kelas. Jenis tarian lain yang masih hidup saat ini antara lain Muaemu (tari biksu Wonhyo), Saseonmu (tari empat dewa), dan Seonyurak (tari pesta perahu). Geommu, Cheoyongmu, dan Muaemu adalah tarian yang bernuansa patriotisme dan semangat, sementara Saseonmu dan Seonyurak lebih bertema harapan akan perdamaian.

Dinasti Goryeo

Dinasti Goryeo (918-1392) menyerap dasar-dasar kebudayaan dan kesenian Silla, termasuk seni tari. Berbagai festival dari masa Silla seperti Palgwanhoe dan Yeondeunghoe masih dirayakan dengan meriah di periode ini, bahkan menjadi perayaan terpenting bagi kerajaan dan rakyat jelata. Walau Buddhisme adalah agama negara, masyarakat Goryeo juga menganut agama asli, Shamanisme. Oleh karena itu, perayaan-perayaan agama Buddha dan Shamanisme dapat berdampingan bahkan Palgwanhoe yang memuja dewa-dewa Shamnisme lebih penting daripada Yeondeunghoe yang memuja Buddha. Kesenian agama Buddha pun dipadukan dengan unsur-unsur Shamanisme yang kental.
Musik yang dimainkan dalam ritual agama Buddha dinamakan Beompae dan tariannya dinamakan Jakbeop, terutama dipentaskan untuk mendoakan arwah orang mati. Tarian Jakbeop (Jakbeop-mu) sebagian besar ditampilkan dalam bagian shikdang-jakbeop pada Yeongsanjae, upacara agama Buddha Korea yang paling besar. Jakbeopmu mencerminkan ritual Shamanisme yang dilakukan untuk menentramkan jiwa orang mati dan mengirimkannya ke surga.

Dinasti Joseon

Dinasti Joseon menganut paham Konfusianisme dan kehidupan masyarakat berubah dari aristokratik menjadi birokratik. Karena paham Konfusianisme dalam pemerintahan Joseon mencakup aspek ritual (ye) dan musik (ak), maka raja ikut mendukung bidang seni dan kebudayaan. Hasilnya adalah berkembang pesatnya tari-tarian istana dengan jumlah yang diciptakan mencapai 36 jenis sehingga totalnya jika digabungkan dengan tarian dari masa sebelumnya hingga akhir dinasti, mencapai 53 jenis. Perkembangan pesat dalam seni tari dan musik dimaksudkan untuk memperkuat fondasi dinasti dan sebagai harapan akan kesejahteraan bangsa dan negara. Di awal periode ini, Raja Sejong mulai bertanggung jawab mengelola bidang seni musik dan tari Joseon. Banyak karya musik dan tari diciptakan dan pada masa pemerintahannya tidak hanya repertoar musik menjadi semakin bervariasi, namun untuk pertama kalinya beberapa tarian dikombinasikan menjadi pertunjukkan drama. Selain itu, langkah besar diambil dalam bidang musik dan tari dengan mempraktikkan ”Yin Yang dan Lima Negara” menjadi tarian baru, contohnya adalah Obang Cheoyongmu dan Jeongdaeeop.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tarian_tradisional_Korea

Nama-nama Tarian Tradisional Jepang

Bukan hanya indah, tetapi juga sarat makna. Perpaduan antara kelenturan tubuh (koreografi) dengan olah rasa (kearifan). Hasilnya luar biasa menakjubkan dan elegan. Itulah kesan nan tertangkap ketika menyaksikan estetika tarian tradisional Jepang ( nihon buyo ).
Tak jauh berbeda dengan seni tari di Indonesia, tarian tradisional Jepang menyiratkan kebudayaan nan unik dan penuh warna. Dari mobilitas penuh semangat, ekpresif hingga lemah lembut penuh keanggunan. Yuk, kita kenali sekilas berbagai tarian tradisional Jepang itu.
Jepang tak memiliki disparitas nan jauh dengan negara-negara lain dari segi budaya. Masyarakatnya melahirkan banyak budaya. Budaya tersebut tak serta merta terlahir dalam waktu nan singkat. Memerlukan sebuah proses panjang hingga akhirnya mendarah daging dan menjadi bukti diri sebuah bangsa. Salah satunya, ya, tarian tradisional Jepang ini.


Nama-nama Tarian Tradisional Jepang Tarian tradisional Jepang pada dasarnya memiliki kecenderungan dengan tarian-tarian tradisional di negara lain. Bergerak, diiringi musik serta memiliki dan mewakili nilai-nilai kebudayaan Jepang itu sendiri. Dan nilai filosofi juga menjadi hal nan tak lepas dari keberadaan tarian tradisional Jepang itu sendiri.
Berikut ini ialah nama-nama tarian tradisional Jepang nan cukup banyak dikenali oleh masyarakat dunia. Masing-masing tarian tradisional tersebut memiliki keunikan nan tak dimiliki oleh jenis tarian tradisional nan lain.


1. Tarian Tradisional Jepang - Kabuki Boleh dibilang Kabuki ialah tarian tradisional Jepang nan paling populer. Setiap ada pertunjukan Kabuki digelar, dipastikan akan penuh sesak oleh penonton. Sejak zaman tenno (kaisar Jepang) hingga sekarang, Kabuki selalu jadi primadona masyarakat Jepang.
Para penarinya ialah pria. Kabuki menawarkan olah tari nan berbaur dengan kritik sosial dan kearifan hidup. Jadi, amat pantas jika dikatakan bahwa Kabuki merupakan kesenian taraf tinggi.
Gerak khas Kabuki terletak pada langkah kaki nan sangat lemah lembut. Terdapat tiga gerakan dasar pada Kabuki yaitu gerakan memutar, gerakan tangan, dan gerakan kepala. Setiap gerakan ini menyimbolkan aktualisasi diri manusia. Seperti bagaimana ketika menangis, gembira, sedih, dan berbagai aktualisasi diri emosional lainnya. Dipadu dengan busana berupa kimono nan eye catching , menyaksikan Kabuki akan jadi pengalaman nan sukar dilupakan.
Penari Kabuki dirias secara mencolok dan mewah. Hal tersebut semakin membuat tarian tradisional Jepang ini berbeda dibandingkan dengan tarian tradsional lainnya. Oleh UNESCO, tarian tradisional Jepang Kabuki ini telah ditetapkan sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan NonBendawi Manusia.
Tarian tradisional Jepang nan satu ini memiliki sejarah nan cukup panjang. Pada 1603, tarian kabuki ini sebenarnya berwujud dramatari. Dibawakan oleh seorang penari wanita bernama Okuni. Dramatari tersebut dibawakan di sebuah kuil bernama Kitano Temmangu. Bermula dari dramatari itulah, kabuki kini berkembang.


2. Tarian Tradisional Jepang - Bon Odori Tarian tradisional Jepang ini ditampilkan ketika masa panen tiba (festival musim panen), sebagai ungkapan syukur kepada dewa. Ditarikan secara massal dengan penarinya memakai baju tradisonal Jepang.
Ciri khas tarian Bon Odori ialah menari diiringi nyanyian atau musik tradisional. Langkah kaki bergerak bebas disertai entakan kaki buat mengeluarkan suara. Lalu, ditingkahi dengan tangan nan disesuaikan dengan ritme musik.
Tarian tradisional Jepang nan satu ini berarti menari bersama-sama. Dilangsungkan setelah seremoni Obon. Obon sendiri merupakan rangkaian upacara adat buat penyambutan arwah leluhur. Tarian Bon Odori dilakukan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin. Bayangkan betapa meriahnya tarian ini bukan?
Tarian tradisional Jepang ini biasanya banyak dilakukan di halaman-halaman kuil. Menurut cerita masyarakat Jepang, gerakan pada tarian Bon Odori ini meniru gerakan para arwah nan menari sebab terbebas dari sanksi kejam neraka.
Selain itu, Tarian tradisional Jepang nan satu ini juga merupakan tarian puncak dari seremoni musim panas di Jepang. Dan biasanya, tarian ini dilaksanakan setiap tanggal 15 Juli dan 16 Juli.


3. Tarian Tradisional Jepang - Kasa Odori Tidak jauh berbeda dengan Bon Odori. Bedanya, para penari Kasa Odori menggunakan payung sebagai alat tarian nan digunakan (tari payung). Ya, tarian tradisional Jepang nan satu ini memang identik dengan penggunaan payung. Di ujung payung-payung itu, ada benda kecil seperti logam emas. Sehingga menimbulkan suara eksklusif tiap kali payung digerakkan.
Kasa Odori telah ada sejak jaman Edo (1603-1867 M). Kini, tarian Kasa Odori jadi karakteristik khas buat Prefektur Tottori timur dan biasa dilangsungkan ketika musim panas (festival Shan-shan Ang).
Payung nan digunakan dalam seremoni atau pertunjukan tarian tradisional Jepang ini bernama Shan-Shan Matsuri. Shan-shan Matsuri ini berasal dari bunyi logam nan berada di ujung payung. Orang Jepang, mendengar bunyi logam nan bergemerincing itu seperti "shan-shan".
Tarian tradisional Jepang ini dilakukan oleh pria dan wanita. Masing-masing mengenakan baju nan bagus dan menari bersama. Musik nan mengiringi tarian ini bernama Kinansebushi. Asal-usul tarian tradisional Jepang nan satu ini sebenarnya berasal dari daerah Inaba. Di daerah tersebut dikenal sebuah tarian meminta hujan bernama Inaba Kasa Odori.


4. Tarian Tradisional Jepang - Mai Mai berarti menari diiringi nyanyian atau musik tradisional Jepang dengan seluruh bagian telapak kaki nan tak pernah diangkat. Jadi, kaki para penarinya diseret-seret ( suriashi ). Meskipun terkadang disisipi gerakan menghentakkan kaki. Tapi tak begitu kentara.
Gerakan tari Mai dilakukan dengan berputar di dalam ruang mobilitas nan sempit. Dapat juga melibatkan seluruh anjung sebagai ruang geraknya dengan tempo lambat.


5. Tarian Tradisional Jepang - Onikenbai Ciri khas tarian tradisional Jepang ini, penarinya memakai topeng Oni (raksasa Jepang). Identik dengan gerakan menghentak tanah. Melambangkan Oni nan membantu manusia buat mengusir roh dursila dari dalam tanah. Tujuannya, agar panen para petani bisa berhasil.
Tarian Onikenbai biasanya dilanjutkan dengan tarian Nanazumai, nan berarti tarian tujuh kepala. Melambangkan siklus atau fase pertanian nan merupakan mata pencaharian primer penduduk Jepang pada zaman dulu. Tarian Nanazumai ditarikan dengan membawa tujuh alat berbeda. Masing-masing alat ini menceritakan tiap fase dalam pertanian. Filosofi menjadi bagian nan tak lepas dari keberlangsungan tarian tradisional Jepang ini.


6. Tarian Tradisional Jepang - Arauma Tarian tradisional Jepang nan satu inbi bernama Arauma. Melambangkan rasa syukur atas hasil pertanian nan melimpah. Tarian ini juga bentuk terima kasih penduduk Okawadai (salah satu kota di Provinsi Aomori) terhadap kuda-kuda nan telah membantu mata pencarian mereka.
Arauma ditarikan secara berpasangan oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki menjadi uma (kuda), sedangkan perempuan menjadi haneto (manusia). Diiringi musik taiko (gendang), fue (seruling), dan chappa (simbal), tarian Arauma dilakukan dengan berarak-arakan dan ditingkahi teriakan, "Rassera! Rassera!"


7. Tarian Tradisional Jepang - Wadaiko Tarian tradisional Jepang nan satu ini menggunakan sebuah alat musik tradisional Jepang sebagai pengiringnya. Alat musik Taiko ialah instrumen primer dari tari Wadaiko. Termasuk salah satu tarian tradisional Jepang nan dominan menggunakan alat musik tersebut. Selain alat-alat musik tradisonal Jepang lainnya.
Taiko sendiri berarti drum besar (gendang berukuran jumbo). Merupakan alat musik nan keberadaanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan tradisional masyarakat Jepang sekaligus dari tarian tradisional Jepang nan satu ini. Dari upacara keagamaan di kuil, hingga festival-festival di kota-kota besar, alat musik Taiko dipastikan selalu ada
sumber :http://www.binasyifa.com/089/81/26/nama-nama-tarian-tradisional-jepang.htm

 

Tarian Tradisional Kaum India 

 

 Tarian Bharatanatyam
Tarian ini adalah berasal daripada wilayah Tamil Naidu di bahagian Selatan India. Secara tradisionalnya, tarian ini di persembahkan secara solo oleh seorang penari wanita.Suatu persembahan yang lengkap dalam tarian ini merangkumi enam peringkat di kenali sebagai Alarippu, Jatiswaram, Sabdam, Varnam, Padam dan Thillana. Peringkat-peringkat ini menggabungkan elemen Nritta atau tarian tulen dan Nritya ( Tarian Ekspressi ).Nritta merangkumi tiga elemen, posisi berdiri yang asas,pergerakan tangan dan kaki dan juga seni pergerakan tangan.Tempoh masa adalah berdasarkan rentak yang mempunyai kadar yang sama di kenali sebagai Jatis.Muzik bagi tarian ini adalah berdasarkan kepada nada yang penting ataupun ragas seperti Bhairavi, Kalyani dan Kambodhi.

Tarian Bhangara

Bh              
 
 
 
 
 
 
 
 
an             
 
nga                   bhangara adalah merupakan suatu bentuk tarian yang mana ianya untuk meraikan penglibatan dan kejayaan dalam tuaian yang baik dan berasal daripada wilayah Punjab di India.Setiap pergerakan di dalam tarian ini membawa maksud yang tersendiri dalam usaha untuk memaparkan suatu pergerakan yang artistik. Penari bagi tarian ini yang biasanya terdiri daripada kalangan lelaki dan wanita akan mengenakan pakaian yang pelbagai serta berwarna cerah.    
Terdapat penekanan yang banyak terhadap skil dan kebolehan serta ketahanan seseorang penari itu.Suatu ciri utama adalah pergabungan di antara ciri-ciri stunt melangkaui daripada keupayaan artistik dan keupayaan fizikal.Lagu yang di gunakan untuk tarian ini adalah gabungan lagu asli dengan di iringi instumen tradisional seperti tholl ( drum ), harmonika, tamborin dan klapper muzik.Tarian Banghra di Malaysia sangat popular dalam mana
ia juga dipersembahkan untuk majlis perkahwinan,hari-jadi dan majlis kekeluargaan.
Tarian Tradisional Kaum Cina
Tarian Naga
 Tarian naga ialah sebentuk tarian dan persembahan tradisional dalam budaya Cina.Sepertilah tarian singa,tarian naga sering dipersembahkan pada musim perayaan.Orang Cina selalu menyebut "Keturunan Naga" sebagai lambang identiti etnik.Pada fikiran orang cina,naga adalah sejenis hidupan yang menguntungkan.Naga mewakili kekuatan yang tiada bandingan yang boleh menghilangkan nasib buruk dan mencegah jenayah. Oleh sebab itu,sejak zaman nenek moyang semasa mereka merayakan Tahun Baru Cina, atau memimpin prosesi untuk menyambut seorang dewa,bahkan ketika ada bencana alam atau bencana peribadi berlaku, mereka akan mengadakan tarian naga untuk berdoa supaya mendapat berkat dari syurga.

Tarian Singa
Tarian Singa adalah sebahagian daripada tarian tradisional dalam adat warisan masyarakat Cina, yang mana penari akan meniru pergerakan singa dengan menggunakan kostum singa. Kostum singa itu dimainkan oleh dua penari iaitu seorang memainkan di bahagian hadapan dengan menggerakankepala kostum, manakala pasangan penariakan memainkan bahagian belakangkostum singa tersebut. Kedua-dua penariitu akan bergerak seakan-akan singa di atas pentas yang disediakan. Tarian singa iniakan diiringi oleh gong,dram, dan dentuman mercun yang dikatakan akan membawa tuah.
Tarian Kipas
Tarian kipas merupakan satu jenis tarian yang memerlukan 9 orang ahli, di mana 7 wanita dan 2 lelaki. Jenis tarian ini menunjukkan bahawa kipas cina mempunyai erti yang sebati dalam masyarakat cina di mana dewa-dewi pada masa lalu sentiasa menjadikan kipas sebagai alat keperluan. Tambahan lagi, angin merupakan satu tradisi masyarakat cina yang mana masyarakat cina mempercayai "Fung Shui" iaitu suatu kepercayaan masyarakat cina umumnya tentang suatu pentanda yang baik dan buruk terhadap sesuatu kehidupan di tempat mereka. Oleh itu, jenis tarian ini dimainkan supaya tarian ini boleh membawa kebaikan atau "Fung Shui" yang baik kepada seluruh anggota masyarakat.
TARIAN TRADISIONAL KAUM-KAUM DI MALAYSIA
Tarian Tradisional Kaum Melayu
  Tarian Mak Yong
Tarian mak yong merupakan sejenis tarian Melayu tradisional. Drama tari Mak Yong ini merupakan sebagai suatu bentuk drama-tari Melayu yang menggabungkan unsur-unsur ritual, lakonan dan tarian yang digayakan, muzik vokal, lagu, cerita dan teks percakapan yang formal dan bersahaja. Dicipta untuk hiburan kerabat di Raja khususnya dari golongan Selatan Thailand, tarian ini juga menggabungkan drama romantis, tarian dan nyayian dengan gaya menawan yang mengisahkan zaman kegemilangan kesultanan melayu. Sesuai dipersembahkan selepas orang-orang kampung selesai menuai padi dibendang.

 





Tarian Zapin
Tarian zapin merupakan tarian yang terkenal di negeri Johor. perkataan zapin berasal daripada Al-zaffan iaitu gerak kaki. Mengikut sejarah tarian ini pada mulanya adalah sebagai tarian hiburan di istana yang dibawa dari Hadramaut,Yaman Selatan oleh pedagang Arab pada abad ke-13 yang bertujuan digunakan amalan berzikir untuk menyebarkan pengetahuan mengenai sejarah tamadun islam.Kini,tarian zapin masih lagi dipersembahkan dalam majlis formal dan tidak formal. Sebagai contoh majlis perkahwinan,majlis perasmian dan sebagainya.  

Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia

TARIAN ADAT DI INDONESIA
Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia ini saya tulis dengan tujuan agar saya khususnya dan teman-teman pada umumnya agar lebih mengetahui jenis-jenis tarian daerah yang ada di Indonesia. Karena negara kita yang tercinta ini, Indonesia, mempunyai banyak sekali tarian-tarian daerah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing tari daerah mempunyai ciri-ciri dan mempunyai ke-khasan tersendiri dibanding dengan tarian yang lain.
Dengan mempunyai banyak sekali tarian daerah yang tersebar di seluruh nusantara, Indonesia merupakan negara terkenal dan terbaik karena kaya akan budaya, kaya akan kesenian dan kaya akan tari-tarian tradisional.
Dibawah ini teman-teman bisa melihat berbagai jenis tarian daerah nusantara yang tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia.

1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh

Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.
Tari Seudati
Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam
Tari Saman Meuseukat

2. Tari-tarian Daerah Bali

Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
Tari legong Bali
Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
Tari Kecak
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi.
Tari Pendet

3. Tari-tarian Daerah Bengkulu

Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Andun
Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.
Tari Bidadari Teminang Anak

4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta

Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.
Tari Topeng
Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.
Tari Yopong

5. Tari-tarian Daerah Jambi

Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.
Tari Sekapur Sirih
Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.
Tari Selampir

6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat

Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.
Tari Topeng Kuncaran
Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.
Tari Merak

7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah

Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.
Tari Serimpi
Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.
Tari Blambangan Cakil

8. Tari-tarian Daerah JawaTimur

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.
Tari Remong
Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.
Reog Ponorogo

9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat

Tari Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi
Tari Monong
Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat.
Tari Zapin Tembung

10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan

Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.
Tari Baksa Kembang
Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.
Tari Radab Rahayu

11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah

Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.
Tari Tambun dan Bungai
Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur

Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.
Tari Gong
Tari perang, Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.
Tari perang

13. Tari-tarian Daerah Lampung.

Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.
Tari Jangget
Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.
Tari Malinting

14. Tari-tarian Daerah Maluku

Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.
Tari Lenso
Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.
Tari Cakalele

15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara

Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.
Tari Perang Maluku
Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.

16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat

Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.
Tari Mpaa Lenggogo
Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.

17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur

Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.
Tari Perang Nusa Tenggara Timur
Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.
Tari Gareng Lameng

18. Tari-tarian Daerah Papua Barat dan Tengah

Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).
Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawanan, dan kegagahan rakyat Papua.
Tari Perang Papua

29. Tari-tarian Daerah Papua Timur

Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Selamat Datang
Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.

20. Tari-tarian Daerah Riau

Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.
Tari Tandak
Tari Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi.
Tari Joged Lambak

21 Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan

Tari Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.
Tari Kipas
Tari Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes.
Tari Bosara

22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah

Tari Lumense, tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.
Tari Lumense
Tari Peule Cinde, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.

23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara

Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.
Tari Balumpa
Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.

24. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara

Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.
Tari Maengket
Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.
Tari Polopalo

25. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat

Tari Piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.
Tari Piring Minangkabau
Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.
Tari Payung

26. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan

Tari Tanggai, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat.
Tari Tanggai
Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan.
Tari Putri Bekhusek

27. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara

Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.
Tari Serampang Dua Belas
Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.
Tari Tor Tor

28. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Serimpi Sangu Pati, sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut.
Tari Serimpi Sangu Pati
Tari Bedaya, merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai.